Miqat Umroh: Panduan Lengkap Bir Ali, Yalamlam, hingga Tan’im

Bagi jamaah umrah, miqat adalah awal dari perjalanan suci menuju Baitullah. Di titik inilah niat ihram diikrarkan, menandai peralihan dari kehidupan duniawi menuju ibadah penuh kesucian. Nabi Muhammad ﷺ telah menetapkan lima miqat utama sesuai arah kedatangan ke Makkah—sebuah panduan yang menjadi pedoman umat Islam sepanjang masa.

Miqat adalah batas waktu/tempat mulai niat ihram haji/umroh sesuai tuntunan Nabi ﷺ. Miqat Zamani (waktu): Untuk umroh, sepanjang tahun; haji: 1 Syawal–fajar 10 Zulhijjah. dan Miqat Makani (tempat): 5 titik yang ditetapkan Nabi ﷺ bagi arah kedatangan ke Makkah.

Peta Miqat Makani (5 Titik Utama)

  • Dzulhulaifah (Bir Ali) – miqat bagi penduduk/arah Madinah. Umum dipakai jamaah Indonesia gelombang Madinah.

  • Al-Juhfah (Rabigh) – arah Syam (Suriah, Yordania, Mesir, Lebanon).

  • Qarnul Manazil (As-Sail/Al-Masyair) – arah Najd/Thaif.

  • Yalamlam – arah Yaman; lazim dilewati rute udara Asia Tenggara (opsi niat di pesawat).

  • Dzatu ‘Irq – arah Irak.

Bagi jamaah umroh An Namiroh Travelindo mendarat di jeddah kemudian lanjut ke Madinah untuk rangkaian ibadah di Masjid Nabawi kemudian dilakukan manasik sebelum dilanjutkan ke Makkah. miqat di Dzulhulaifah/Bir Ali.
Untuk umroh selanjutnya → miqat Tan’im (Masjid Aisyah) ±7,5 km dari Masjidil Haram.

Talbiyah: Labbaika Allahumma labbaik… disunnahkan dibaca sejak niat ihram hingga mulai thawaf.

 

Tata Cara Miqat di Bir Ali

  1. Mandi/suci & pakai ihram (pria: 2 kain; lepas pakaian berjahit) dari hotel atau di Bir Ali.
  2. Shalat sunnah ihram 2 rakaat (bila sempat).
  3. Niat umroh di Bir Ali lalu talbiyah terus hingga Makkah.
  4. Tiba di Masjidil Haram: thawaf – sa’i – tahallul.

 

Tata Cara MIqat di Tan’im

  • Keluar ke Tan’im (Masjid Aisyah) untuk miqat umroh berikutnya.

Larangan saat Ihram

  • Pria: dilarang pakaian berjahit, menutup kepala, alas kaki menutup mata kaki.
  • Wanita: dilarang menutup wajah & kedua telapak tangan (niqab/sarung tangan).
  • Umum: dilarang wangi-wangian (setelah niat), potong kuku/rambut, hubungan suami-istri, perburuan hewan darat, dsb.

Tips Anti-Panik di Hari Miqat

  • Siapkan ihram & niat tertulis (Arab–Latin–arti) di ponsel.
  • Bawa klip/pin (mengencangkan kain ihram) & sabuk ihram.
  • Minim parfum sejak persiapan; gunakan deodoran non-parfum bila perlu (sebelum niat).
  • Ikuti instruksi muthawif

FAQ Singkat dan Penutup

1) Miqat umroh itu kapan?
Kapan saja (sepanjang tahun). Yang penting niat di miqat makani sesuai arah kedatangan.

2) Apakah muthawif akan menjelaskan secara lengkap?

Betul. Sebelum menuju Makkah akan ada pemantapan manasik sehingga jamaah umroh An Namiroh Travelindo tidak perlu khawatir 

3) Umroh ulang dari Makkah, miqat di mana?
Masjid Tan’im (Aisyah) adalah pilihan paling dekat & lazim dipakai.

Miqat bukan sekadar batas geografis, tetapi gerbang spiritual menuju perjumpaan dengan Allah. Di sinilah setiap jamaah melepaskan atribut dunia, menata niat, dan menyelami makna kesucian dalam setiap langkah menuju Tanah Suci.

Bagi jamaah umrah An Namiroh Travelindo, memahami miqat berarti memahami awal dari perjalanan hati—bahwa setiap “Labbaik Allahumma Labbaik” adalah bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak-Nya.

Bersama An Namiroh Travelindo, bimbingan manasik miqat dilakukan dengan tenang, terarah, dan penuh makna, memastikan setiap jamaah memulai ibadah umrahnya dengan ilmu, niat, dan semangat yang benar.

📍 Untuk informasi paket umroh Solo dengan program ziarah ke Madinah & situs bersejarah Islam, hubungi tim An Namiroh Travelindo

– Umroh Amanah, Pasti Berangkat.