Tawaf, Sa’i, dan Tahallul: Rukun Umroh yang Sarat Makna
Tata Cara Tawaf Sai Tahallul dalam Ibadah Umroh
Tawaf adalah rangkaian awal dalam urutan tawaf sai tahallul, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dengan niat ibadah. Setiap langkah di sekitar Baitullah mengingatkan bahwa pusat kehidupan seorang muslim adalah Allah ﷻ — segala tujuan, harapan, dan doa berputar menuju-Nya.
Sa’i merupakan tahapan kedua dalam rangkaian tawaf sai tahallul. Ibadah ini dilakukan dengan berjalan atau berlari kecil antara Bukit Safa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i menghidupkan kembali kisah perjuangan Hajar saat mencari air untuk Nabi Ismail ‘alaihis salam — simbol ikhtiar tanpa lelah yang disertai keyakinan penuh kepada pertolongan Allah.
Tahallul adalah tahapan akhir dari rangkaian tawaf sai tahallul, yaitu memotong atau mencukur rambut setelah menyelesaikan sa’i. Tahallul menjadi tanda berakhirnya masa ihram, sekaligus kembalinya jamaah pada hal-hal yang sebelumnya dilarang. Lebih dari sekadar simbol fisik, tahallul melambangkan penyucian diri dan harapan untuk kembali dalam keadaan yang lebih baik.
Melalui pemahaman yang benar tentang tawaf sai tahallul, jamaah tidak hanya menjalankan rukun umroh secara sah, tetapi juga merasakan makna spiritual di setiap tahapannya.
Jenis-jenis Tawaf
- Tawaf Qudum — tawaf selamat datang bagi jamaah haji ifrad atau qiran.
- Tawaf Ifadhah — tawaf rukun haji yang dilakukan pada 10 Dzulhijjah atau setelahnya.
- Tawaf Wada’ — tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah.
- Tawaf Tathawwu’ — tawaf sunnah yang bisa dilakukan kapan saja.
Syarat Tawaf
- Berwudu dan menutup aurat seperti shalat.
- Ka’bah berada di sebelah kiri jamaah.
- Dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad.
- Tidak boleh melewati area Hijr Ismail.
Cara Mengerjakan Tawaf
- Laki-laki membuka bahu kanan (idlthiba’) saat tawaf qudum.
- Mulai di Hajar Aswad, usap atau isyaratkan tangan sambil membaca:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ (Bismillāh, Wallāhu Akbar). - Lakukan tujuh putaran berlawanan arah jarum jam.
- Tiga putaran pertama disunnahkan berlari kecil (raml), empat putaran terakhir berjalan biasa.
- Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, baca doa:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Rabbana ātinā fid-dunyā hasanah wa fil-ākhirati hasanah wa qinā ‘adzāban-nār.”
“Ya Tuhan kami, berikanlah kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)
- Setelah selesai, shalat dua rakaat di dekat Maqam Ibrahim, lalu minum air Zamzam.
Tata Cara Sa’i
- Naik ke Bukit Safa, lalu menghadap Ka’bah dan membaca:
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ
(Innash-shafā wal-marwata min sya‘ā’irillāh). - Lanjutkan dengan takbir dan doa:
“Allāhu Akbar, lā ilāha illallāh wahdahū lā syarīka lah…” - Turun menuju Marwah, berlari kecil di antara lampu hijau bagi pria.
- Di Bukit Marwah, ulangi dzikir dan doa seperti di Safa.
- Lakukan hingga tujuh kali perjalanan (berakhir di Marwah).
- Selesai sa’i, jamaah tidak perlu shalat sunnah khusus setelahnya.
Tata Cara Tahallul
- Pria: disunnahkan mencukur habis rambut (halq), boleh juga memotong minimal tiga helai.
- Wanita: cukup memotong ujung rambut sepanjang seujung jari.
- Tahallul dilakukan setelah sa’i bagi umroh, atau setelah lempar jumrah Aqabah bagi haji.
Setelah tahallul, semua larangan ihram menjadi halal kembali. Inilah momen lega, bersih, dan penuh syukur.
Makna Spiritual Rukun Umroh dan Penutup
Ketiga rukun ini — Tawaf, Sa’i, dan Tahallul — menggambarkan perjalanan hidup seorang hamba:
- Tawaf: berputar mengelilingi pusat cinta dan ketaatan.
- Sa’i: berjuang tanpa lelah untuk rezeki dan ridha Allah.
- Tahallul: kelegaan setelah ujian, tanda kembali pada fitrah.
“Ibadah umroh bukan sekadar ritual, tapi perjalanan pulang menuju hati yang bersih.”
— An Namiroh Travelindo
📍 Untuk informasi paket umroh Solo dengan program ziarah ke Madinah & situs bersejarah Islam, hubungi tim An Namiroh Travelindo
– Umroh Amanah, Pasti Berangkat.